30 April 2026
32
SUNGGUMINASA — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa mengimbau seluruh orang tua dan masyarakat di wilayah Kabupaten Gowa untuk mewaspadai bahaya penyakit campak pada anak. Sejalan dengan kampanye edukasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinkes Gowa menegaskan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa di kulit, melainkan penyakit yang dapat memicu komplikasi serius dan mengancam jiwa anak.
Berdasarkan materi edukasi kesehatan yang kini aktif disebarluaskan di Kabupaten Gowa, setidaknya terdapat enam komplikasi berbahaya yang dapat dialami anak jika terserang campak, antara lain infeksi paru-paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), infeksi telinga (otitis media), gangguan penglihatan, diare berat disertai dehidrasi, serta penurunan daya tahan tubuh yang membuat anak rentan terhadap penyakit lain.
"Campak dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang berujung pada kejang, kecacatan, bahkan kematian. Kelompok anak kecil dan anak dengan gizi kurang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat."
— Materi Edukasi Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan
Selain berdampak pada anak-anak, campak juga menjadi ancaman serius bagi ibu hamil. Jika seorang ibu hamil di Kabupaten Gowa terpapar campak, kondisi ini berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa menekankan bahwa pencegahan terbaik terhadap campak adalah melalui imunisasi Campak-Rubella (MR) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Vaksin MR diberikan kepada anak sebanyak dua kali: pertama pada usia 9 bulan, dan kedua sebagai booster pada usia 18 bulan.
Kampanye ini merupakan bagian dari program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terus digalakkan pemerintah. Seluruh masyarakat Kabupaten Gowa diimbau untuk tidak menunda jadwal imunisasi anak demi memastikan perlindungan optimal sejak dini.